Apakah Aku Pantas Untuknya?

BANDUNG, VAT – (17/01/2014) Dalam mencintai seseorang terkadang kita berpikir. “Apakah aku pantas untuknya? Aku hanyalah seorang pria/wanita biasa dan sederhana. ‘tak mungkin dia bisa menyayangiku, bahkan hingga mencintaiku.” Itulah yang terkadang sering menjadi pergumulan untuk di pikirkan, dan bisanya seseorang yang pesimis dalam menjalani masalah “Cinta” akan selalu berpikir tentang hal itu. Kenapa bisa begitu? Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya :

1. Status Derajat berbeda

Ini merupakan hal utama yang terkadang sering terjadi saat seseorang berpikir pantaskan aku mencintai dia, bahkan menikahinya sedangkan dia berasal dari keluarga orang kaya. Apakah keluarganya ingin menerimaku? Dan, walaupun orang tersebut amat sangat mencintaiku, namun keluarganya tidak menerimaku. Itu akan menyakitkan perasaanku. Oleh sebab itu, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mencintainya walaupun hal tersebut tidak akan pernah hilang sekalipun aku dekat dengan orang lain.

2. Dia Dekat Lebih Sering Bermain dengan Lawan Jenis

Faktor ini merupakan faktor yang cukup sering dirasakan saat calon pasangan kita itu tomboy karena dia merasa bahwa bermain bersama pria lebih seru. Ataupun saat calon pasangan kita suka bermain dengan perempuan karena dia lebih nyaman. Karena mereka asyik di ajak curhat, seseorang pendengar yang baik, sahabat yang setia. Namun, karena kedua hal tersebut. Menyebabkan kita pesimis untuk dekat dengan dia. Kenapa? Jawabannya simple. Karena kita tidak tahu mana yang merupakan teman dia yang tidak memiliki maksud dekat untuk menjadikannya pacar juga. Dan, mana yang hanya sebatas teman. Dikarenakan “si dia” lebih menyukai dekat dengan Lawan Jenisnya. Daripada kita takut kita kena PHP. Cenderung kita lebih memilih untuk pesimis dan menjauhinya. Walaupun dia sebenarnya menyayangi kita.

3. Foto-foto dia di MedSos bersama Lawan Jenisnya

Stalker adalah hal yang sering kita lakukan saat kita menyukai seseorang bukan? Namun, saat kita membuka Instagramnya, Facebooknya, Twitternya, dan lain sebagainya. Kemudian yang muncul pada halaman utama di Photo Profilnya bersama dengan orang lain. Kita cenderung merasa minder. Kita berfikir bahwa orang tersebut sedang dekat dengan orang yang ada di foto itu. Dan, jangan-jangan bahkan dia memiliki status dengan orang tersebut. Bahkan walaupun kita sedang dekat dengan orang tersebut. Namun, setiap foto-foto di Media Sosialnya banyak dengan Lawan Jenisnya. Itu membuat suatu kecemburuan yang berujung kepada “pesimis“. Dan memang, lebih baik meninggalkannya daripada merasakan sakit berkelanjutan kalaupun sudah menjalin status dengan dia. Karena bisa saja foto-fotonya bersama orang lain.

4. Susah Dihubungi

Setiap orang tentunya perlu untuk berkomunikasi baik itu secara lisan maupun tulisan. Dan, komunikasi itu baik untuk menjlani hubungan social dengan orang lain dengan baik lagi. Namun, dalam hal perasaan atau Cinta saat masih menjalin status “HTS” ataupun sedang dalam proses pendekatan. Kalau kurang komunikasi yang ada adalah kecurigaan. Tentunya, salah satu calon pasangan akan sering menstalkernya. Dan, saat ditemukan suatu keganjalan maka “pesimis” adalah hal yang akan muncul. Ada beberapa hal yang akan terjadi

– Menstalkernya lebih jauh lagi. Hingga kita tahu kebenarnya. Itu kalau kita masih merasa kalau tidak terlalu membuat risih.

– Bertanya (“Hei, itu di Twittermu foto bersama siapa?”) Dan, saat kita mengetahui jawabannya ‘pun kita juga masih akan merasakan hal didalam hati kita. Merasakan ganjal. Kita tidak tahu siapa dia. Kalau kita bertanya lebih jauh tentang orang tersebut. Bisa-bisa membuat calon pasangan kita itu ilfeel bukan? Jadi, kalau dia peka dia akan memberitahukan kepada kita siapa orang itu secara detail bukan?

– Memberikannya Kode adalah hal yang sering dilakukan kalau kita ingin mengetahui sesuatu hal. Daripada menanyakan langsung lebih menyakitkan. Namun, saat kita memberitahukannya melalui kode, dan dia peka maka itu membuat kita lebih baik dan tentunya bisa dnegna mudah melupakan hal itu.

– Dan, hal terakhir yang kita lakukan adalah menjauhinya langsung (Lost Contact) karena menyakitkan saat kita tau sesuatu hal yang tidak dia beritahukan. Sebab, ada sebuah kata menarik “Lebih menyakitkan kalau kita mengetaui sesuatu hal yang kitalah harus cari tahu sendiri“. Betul akan kata-kata tersebut. Dikarenakan sesuatu hal yang berbeda dari kita pikirkan terjadi maka akan membuat semangat kita untuk mendekati orang tersebut hancur.

Tentu saja saat kita berusaha untuk tetap dekat namun dia serasa tidak ada nia tuntuk menghubungi kita disaat sulit untuk menghubunginya. Dan, adalah hal menarik. Yaitu saat semakin lama dia membalas message, DM, dan lain sebagainya. Hari demi hari semakin lama durasi yang dibutuhkan untuk membalasnya. Maka, sudah berarti bahwa dia meninggalkanmu. Dia tidak memiliki rasa apapun kepadamu. Setelah hal itu terjadi, “pesimis” akan muncul saat kamu mengerti akan hal ini.


Tentunya seseorang yang pesimis itu sebenarnya memahami tentang perasaan seseorang atau peka terhadap calon pasangannya. Dan, dia tidak ingin menyakiti hatinya sendiri.


 

Dalam konteks diatas menyatakan bahwa faktor-faktor pesimis itu yang biasanya menunjang dalam berusaha mendapatkan seseorang. Namun, sebaiknya “pesimis” itu tidak perlu dirasakan. Kita hanya perlu untuk menjalani suatu hubungan kita dengan seseorang seperti biasanya. Jangan ada kekhawatiran dalam hati setiap kita. Takut kalau dia ditolak, takut kalau dia suka sama orang lain, dan takut-takut akan hal lainnya. Itu sebenarnya tidak perlu. Kenapa? Sebab, seseorang dari yang benci sama kita aja bisa menyukai, meyayangi, atau bahkan mencintai kita. Jadi, tidak perlu khawatir akan terjadi esok hari. Ingat satu hal

“Kemarin adalah Sejarah,

Hari Esok adalah Rahasia ataupun Misteri, dan

Hari ini adalah kenyataan.”

Jalanilah kenyataanmu seperti biasa. Lakukanlah dengan baik. Saat kamu menyukai seseornag. Kejarlah, waktu itu bukanlah hal yang dapat menghalangimu bukan? Bukan sesuatu hal yang mnenyakitimu bukan? Yang penting saat kamu berusaha mendapatkan seseorang. Jangan pernah membuat dia merasa ilfeel ataupun membuat dia nyaman denganmu sebagai sahabat. Lakukanlah seperti hal biasanya. Menunggu dia, dan melakukan yang terbaik untuknya. Karena tidak ada yang mustahil saat setiap hal yang kamu lakukan untuk mengerjarnya.

Gimana kalau dalam konteks dia sudah menikah dengan orang lain? Enggak perlu khawatir. Disaat orang tersebut menikah dengan orang lain. Tentunya, saat itu juga kamu sudah menikah dengan pasanganmu juga. Kenapa bisa begitu? Karena, orang yang dapat menunggu seseorang dengan setia dan dengan baik. Pasti juga akan mendapatkan calon kekasih yang sedemikian itu juga.

So, do a good thing for them!

(VA)

If you Like this, Please Share :) Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrShare on LinkedInShare on VK

About VictorAlexander

Hello! My name is Victor Alexander, my nickname is Ito. Nice to meet you! I'm still a student at Telkom University. And, i want to be like much thing! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *