Ceritaku dibalik “Kue Cubit”

BANDUNG, VAT – (23/04/2015) Ternyata tidak semudah yang dipikirkan.

Selesai Ujian Tengah Semester 4 di Kampus Universitas Telkom. Aku merasa libur 4 hari ini merupakan libur yang special. Walaupun hanya 4 hari namun ada sensasi yang aku rasa perlu dimanfaatkan. Oleh sebab itu ,saya merasa bahwa libur 4 hari ini enggak bakal saya sia-siakan begitu saja. Mungkin karena libur singkat ini terasa berbeda seperti biasanya. (Mungkin gara-gar aabis UTS jadi legah haha). Ya mungkin semenjak udah merasakan Semester 4 jadi makin cinta sama Kampus ini (lhooo??? Haha).


Hari ini bukan hanya hari libur UTS, tapi juga hari libur kuliah juga dan dari tugas-tugas. Nah, untuk libur kali ini, saya harus mempersiapkan Acara Silahturahmi UKM dan Komunitas BEM KEMA Univeristas Telkom yang akan mengundang seluruh UKM yang ada di lingkungan Universitas Telkom. Tapi, walaupun dihadiri oleh sebuah persiapan acara itu, hikmahnya waktuku itu digunakan dengan hal yang bermanfaat.

Karena ada beberapa hari yang kosong, saya ingin melakukan sesuatu biar enggak tidur terus di liburan singkat ini atau main game terus (Aku sih no maen game terus). Udah gitu, akhir-akhir ini (Lupa dari kapan). Saya punya keinginan untuk bikin ‘Kue Cubit’, gegeara ngeliat temen-temen Kampus pada beli ‘Kue Cubit’ dan pada ngomongin juga #LirikTRadioCrew. Alhasil, hari ini saya memutuskan untuk beraksi kembali dengan resep yang menaan (hahahaha).

Mulai malam dari selesai UTS hari Rabu tersebut, Saya memutuskan browsing resep-resep ‘Kue Cubit’. Buka youtube juga, dan sampai salah mata lirik ke resep lainnya (Padahal target Kue Cubit yang dilirik haha). Dan pagi harinya, setelah mencuci seluruh barang dan membereskan kamar. Saya langsung Cuss ke Pasar Dakol untuk mencari bahan-bahan kue yang kiranya ada (Kalau tidak ada tinggal ke Borma deh).

Nah, setelah beli barang-barang. Ini adalah waktu untukku beraksi. Berdasarkan pengalaman saya, untuk membuat ‘Kue Cubit’, hal yang pertama yang harus diakukan adalah selain menyiapkan bahan juga sangat penting untuk menyiapkan peralatannya sekalian-ya! Haha. Soalnya kalau ada peralatan yang kurang dan susah dicari sementara adonan sudah siap. Maka nanti akan keteteran sendiri dan bisa bisa mengganggu mood (Experience). Contoh juga, tadi sebelum membuat adonan, kan enggak punya Mixer di kosan, jadi pakai pengocol telur manual, dan ternyata ia tidak ada di tempat yang biasanya saya taro, jadinyakan binggung tuh. Dan karena kebawa kesal kan jadinya greget gimana gitu. Ehh, tapi karena bersabar mencari, ketemu juga di kamarku ternyata, terslip diantara piring besar. (hahahaha ceroboh ya).

Sebenarnya juga, saya menulis ini untuk membagi pengalaman saya memasak ‘Kue Cubit’ sekaligus membagikan resep serta tips-tips yang saya dapatkan. Karena prolognya saja sudah terlalu panjang dan takut membosankan (Sepertinya hehe). Jadi, langkah-langkah saya memasak saya pisahkan saja dari entri ini. Jadi jangan lewatkan entri berikutnya ya! 😀

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari memasak ‘Kue Cubit’ tadi, baik itu pelajaran kehidupan maupun pelajaran memasak. Dari awal mencari pengocok telur, saya diajari bersabar. Kemudian ketika takarannya tidak pas, saya diajari untuk mencoba untuk lebih teliti. Kemudian juga, ketika ragu-ragu akan ketepatan bahan yang digunakan, saya diajari untuk tetap optimis dan percaya diri untuk melanjutkan ke tahap memasak berikutnya. Dan, saat panic saat kue pertama gosong, saya diajari untuk tetap tenang agar dapat berpikir baik dan menyelesaikan problema dengan sabar, dan saya jadi tahu kalau memasak ‘Kue Cubit’ api harus benar-benar kecil biar yang bagian atas matang dan bagian bawah tidak terlalu gosong, serta cetakannya tidak langsung ditaruh diatas kompor tetapi menggunakan angsang (dalam Bahasa Jawa) untuk alasnya.

Banyak hal yang saya pelajari saat mencoba memasak ‘Kue Cubit’ tersebut. Memang ya, perjalanan itu tidak selalu mulus dan tidak selamanya hasil akhir itu sesuai dengan paa yang diri kita harpakan. Karena dari situlah kita diajari untuk bersabar dan bersyukur. Tapi, tenanng, ‘Kue Cubitnya’ tetap jadi kok. Pada postingan di various-information.com (Awal Bulan nanti baru bisa diakses kembali). Akan saya tulis resep membuat ‘Kue Cubit’ tersebut. Jadi tetep stay tune terus ya!

If you Like this, Please Share :) Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrShare on LinkedInShare on VK

About VictorAlexander

Hello! My name is Victor Alexander, my nickname is Ito. Nice to meet you! I'm still a student at Telkom University. And, i want to be like much thing! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *