Day 02 – Terbangun dalam Tidurku

BANDUNG, VAT – (04/12/2014) Aku membuka mataku, terbangun mimpi-mimpi kosongku. 04.32 WIB adalah pukul waktu yang berada dan terlintas saat aku membuka mataku. Aku hanya bisa merenung, melihat sekelilingku, dan ternyata aku berada di suatu tempat. Bukan tempatku biasa tertidur. Seketika aku memikirkan kembali. Apakah aku harus untuk tidur lagi? “Ya” itulah jawaban yang terpikirkan dalam benakku. Segeralah aku tertidur kembali.

Dan, selang beberapa jam. Sinar matahari mulai menyilaukan mataku dan membuatku terbangun dari tidurku. 06.03 itulah waktu yang terlihat dimataku. Segeralah aku membuka Laptopku dan mengerjakan tugas demi tugas.

Tiba-tiba, sebuah gambar dan tulisan dari seseorang muncul diberandaku. Hanya sebuah “post populer” yang menyebabkan post lama itu muncul. Aku tidak bisa berkata apapun. Dan, tiba-tiba tergerak keinginan hatiku untuk memulai Stalker akan setiap MedSos yang dimilikinya. Satu demi satu MedSos yang dia miliki aku intip. Dan, kemudian aku menutup setiap laman yang sudah kubuka.

Aku merenung sejenak, aku berfikir bahwa hal itu tidak mungkin. Aku harus melupkan tentang ‘Cinta’. Aku harus melupakan keinginan untuk memiliki kenangan bersama seseorang. Aku ‘tak mau lagi hal ini menggangu setiap hal yang ingin aku kerjakan. Tapi, hati berkata, aku merindukannya.

Aku bergegas untuk merapihkan dan menutup Laptopku dan bergegas untuk pulang ketempat dimana aku harus pulang dan merapihkan kamarku yang sudah cukup berantakan.

2 tahun sudah waktu berlalu, aku yang tinggal di Myth International School. Memilih menetap di Kost daripada melanjutkan Asrama. Memang benar menyenangkan hidup diasrama, tapi lebih menyenangkan saat aku memiliki tempat sendiri yang bisa kurancang sedemikian rupa, dan menjadikan itu sebagai tempat mimpi terindahku. Tas sudah kueratkan, dan kumulai mengenakan sepatu untuk bergegas pulang menuju tempat yang kurindukan itu.

Setelah sampai, aku bergegas merapihkan semuanya. Menyapu, mengepel, mandi, mencuci baju, mencuci piring, dan lain sebagainya. Merapihkan semuanya yang sudah cukup beratakan sejak aku jatuh sakit. Namun, sekarang aku sudah sembuh dan aku bisa melakukan segalanya dengan normal lagi.

Bersih sudah semuanya, dan aku bergegas untuk pergi lagi. Mengerjakan tugas demi tugas. Dimana hanya sendiri aku disana. Membuka buku demi buku, menulis, membaca, dan berusaha membuat setiap hal dengan baik.

Gemuruh hujan menemani hariku hari ini. Hanya segumpal tumpukan buku yang ada dihadapanku. Namun, gemuruh hujan tersebut menemani diriku dalam sebuah kesunyian di perpustakaanku. Tapi, itu ‘tak membuatku merasa kesepian. Karena ada tulisan-tulisan indah yang menemaniku.

16.44 | Waktu yang semakin cepat berjalan. Dari pulang sekolahku pkl 13.00 aku melakukan banyak hal dengan buku-buku itu di perpustakaan sekolahku. Tapi, seorang perempuan duduk di meja yang aku duduki aku heran. Namun, perempuan itu hanyalah duduk dan kemudian sibuk akan buku yang dia baca. ‘tak ada reaksi dari dia untuk berkata apapun. Aku ‘pun melanjutkan membaca buku yang sedang ‘ku baca.

18.06 | Perempuan itu tetap berada dipandanganku membaca buku tanpa bersuara tanpa memandang diriku sedikitpun. Keseriusanpun tetap terlihat dimatanya. Dan, sebentar lagi pada pkl 18.30, Perpustakaan akan ditutup. Terlihat juga dia hendak menyelesaikan membaca bukunya.

18.30 | Dan benar, dia menutup bukunya dan kemudian memandangku dengan penuh keheranan.

Oh, maaf. aku baru menyadari bahwa ada seseorang yang juga hendak menduduki meja ini.” ucap perempuan itu.

Dalam hatiku, sempat gereget dengan perempuan itu. Hampir 3 jam dia duduk disitu, dan tidak menyadari diriku sama sekali. Sungguh menyebalkan.

Ya, tidak apa-apa. Aku juga hampir tidak menyadari karena aku sedang sibuk juga akan tugas yang aku kerjakan.” ujar diriku.

Oh begitu, Serina.” sambil menjulurkan tangannya. 

O–h, i–y-aaa… Alex. Senang berkenalan denganmu” sapaku sambil menjabat tangannya.

Iya, aku juga. Oh ya, kamu murid kelas XI IPA juga bukan?”

Iya, aku XI IPA-A.”

Begitu… Pantesan kita enggak pernah ketemu. Aku dari XII IPS-B.” ucap Serina.

Terlihat senyum yang ceria dalam wajahnya, tapi sorot matanya menandakan sebuah kesepian dalam kehidupannya.

Pantas saja kita jarang bertemu. Oh ya, sudah waktunya pulang bukan? Kamu enggak pulang?”

Iya nih, ini lagi beres-beres untuk pulang.”

Okelah kalau begitu, aku duluan ya.” ucapku.

Kemudian aku melambaikan tangan dan berjalan meninggalkannya. Disepanjang perjalananpun aku berfikir tentang dia. Tentang perempuan yang baru kujumpai. Tapi, yasudahlah. Hanya seseorang yang baru kukenal. Dan aku segera melanjutkan perjalananku ke kamar yang aku sukai. Makan dengan masakan sendiri, mandi, dan kemudian bergegas tidur untuk melanjutkan mimpiku.

Namun… Ada yang aneh pada tidurku hari ini …

If you Like this, Please Share :) Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrShare on LinkedInShare on VK

About VictorAlexander

Hello! My name is Victor Alexander, my nickname is Ito. Nice to meet you! I'm still a student at Telkom University. And, i want to be like much thing! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *