Short Story – Berhenti Mencintai, tapi salahkah? (Part 1) // Kelulusanku

‘tak terasa sudah 3 tahun Ryu menjalani masa-masa SMAnya. Dari yang membahagiakan, yang membuat berkesan, dan hal yang menyakitkan. Tentunya, menyakitkan tentang seseorang yang dia cintai menyakitinya, bukan karena nething, tapi sudah kenyataan disakiti didepan matanya sendiri.

Dan, hari ini, merupakan hari kelulusan. Semua orang, tentunya murid di SMA Permata Indah datang kesekolah. Ada apa? Karena semua Murid SMA baik IPA/IPS/Sastra di Permata Indah LULUS 100%. Oleh karena itu, semua murid datang untuk menyapa teman-teman yang lain, mengenang masa-masa indah, dan berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengajarkan dengan baik. Setiap dari mereka pasti akan ada yang melanjutkan kuliahnya di Jakarta, luar kota, luar negeri, ataupun ada yang akan membuka usaha dan mungkin mulai untuk kerja kantoran. ‘tak terasa begitu cepat.

Hari ini juga, Ryu harus memutuskan apa yang harus dipikirkan. Dia datang ke sekolah, dengan wajah gembira. Pergi bersama ke-empat sahabatnya, Frans, Diwan, Yean, dan Karva. Sepanjang perjalanan senyum selalu ada.

Diantara mereka ber-empat, ada yang akan melanjutkan studinya di German, ada juga yang di Jakarta, dan 2 dari mereka akan langsung bekerja di Jakarta. Sedangkan aku? Masih diambang kebingungan.

Kalau aku melanjutkan kuliah di Jakarta, aku pasti akan bertemu dengan Sinta.
Tidak! Aku sudah Move On juga! Lagian juga Aku udah malas buka perasaan lagi!
Tapi, kalau nantinya aku bertemu dengannya. Pasti dia akan coba dekat-dekat denganku lagi, dan mengaku-ngaku pacarnya.
Ah! Baiklah! Aku sudah putuskan untuk disana! Thailand!” teriak Ryu dengan suara keras.

Tiba-tiba serentak semua teman-teman kelasnya kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Ryu.
Ryu merupakan laki-laki yang cukup populer dan menarik perhatian banyak perempuan, tapi selama dia sekolah di Permata Indah, baru kali itu saja Ryu pacaran, yaitu dengan Sinta. Namun, dia dikecewakan dan berusaha untuk berhenti mencintai orang-orang.

Hei! Tadi benggong, terus tiba-tiba bilang Thailand-thailand. Lo mau operasi plastik disana yak?” ucap Grivennia salah satu teman kelasnya yang paling bawel. Kalau udah ngomong satu kata pasti enggak bakalan berhenti.
Enak aja lo! Gue mau kuliah disana.”

APA????!!!” teriak teman-teman satu kelasnya.
Kemudian, Ryu kaget dan memandangi wajah setiap orang yang menatapnya. Suasanapun menjadi sunyi.

Aa… Ada apa memangnya? Is that wrong?

Seorang perempuan menghampirinya, “K..Ko….Kokk ingin kuliah disana? Apa disini tidak betah?”

Agak sedikit tidak betah sih, jadi ingin disana. Dan! Aku kesana bukan karena ingin operasi plastik, cuma ingin kuliah disana. Karena aku dengar disana ada jurusan Informatika Kesehatan.” ucap Ryu dengan diakhiri dengan wajah kebinggungan. Kenapa tidak? Ryu belum pernah bertemu dan berbicara sedikitpun dengan perempuan itu, meskipun dia satu kelas dengan Ryu.

Ja.. Jadddi.. Begitu. Maaf.” ucap perempuan itu sambil berlari. Yang masih teringiang dalam ingatan Ryu adalah perempuan yang cukup manis, dengan kacamata ungu yang dikenakannya. Hanya itu.

Dan, Ryu ‘pun mendapatkan Beasiswa di Chiang Mai University, salah satu Universitas terbaik di Thailand. Semuanya dipersiapkan, adiknya pun sebenarnya tidak ingin ditinggalkan oleh kakaknya Ryu, tapi karena sudah keputusan Ryu, dan meski dengan terpaksa Mariana menyetujui keputusan Kakaknya itu. Jadi, dia harus bersedia untuk menjalani hari-harinya di Jakarta sendiri.

Tapi, Ryu tidak terlalu khawatir dengan Mariana. Sebab, dia udah memiliki sahabat terbaik yang menemaninya disaat Ryu tidak ada dan sedang tidak bisa menemaninya. (VAT)

If you Like this, Please Share :) Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrShare on LinkedInShare on VK

About VictorAlexander

Hello! My name is Victor Alexander, my nickname is Ito. Nice to meet you! I'm still a student at Telkom University. And, i want to be like much thing! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *