a letter for my sister in law

Hii, musik itu adalah hal yang kamu suka dan impikan bukan? Aku turut bahagia melihatmu sepesat itu berkembang. Dari banyaknya masalah yang pernah ada dalam hidup, masa-masa pindah sekolah karena satu dan lain halnya hingga akhirnya kamu menyelesaikaannya. Proses hidup menggapai apa yang ingin kamu mau. Sampai akhirnya di fase kamu menemukan Cinta terbaikmu.

Aku turut bahagia dan senang akan kebahagiaan dan sukacita yang ada dalam hidupmu, serta apa yang kamu bagikan beberapa tahun silam ini. Oh ya, terima kasih untuk banyak musik dan lagu yang di mainkan dengan tuts piano tersebut, semua begitu indah dan baik. Terkadang saat banyak hal rumit dalam hidup, alunan piano tersebut sangat membantu.

Maaf juga, terkadang suka request untuk minta kado berupa alunan piano. Bukan karena tanpa alasan, tapi alunan tersebut banyak mengobati masa-masa rumit yang pernah aku lalui. I’m really happy that I got to know you my sister in law.

Lancar dalam setiap proses pernikahanmu kelak, dan always jadi dirimu versi terbaikmu untuk sekitarmu. Meskipun belum pernah ketemu sama sekali, tapi turut bahagia atas segala pencapaianmu dan lamaranmu. Dann, aciiee bentar lagi menikah yaa! SELAMATTTTT

Credit Photo :

https://www.deviantart.com/calindan2026/art/image-8haGsc85-1754655470873-raw-1307726818

Kenapa Rasanya Mengagumi lebih Baik?

Mempelajari sebuah Percintaan jauh berbeda dengan mengalami yang namanya jatuh Cinta.
Teori semata yang mungkin kita pikirkan akan berhasil, nyatanya sebuah ungkapan dari apa yang ingin kita mau saja.
Jadi sebenarnya Percintaan itu apa dan bagaimana?

Tapi, kalau kita belum tahu apa arti Cinta dan salah dalam mengenal Cinta itu, apa tidak masalah?
Rasa takut, rasa khawatir, rasa rindu, rasa penyesalan, rasa takut di tinggalkan, rasa lain yang mungkin jadi hal yang tidak baik setiap kita semakin memikirkannya.

Kalau, Teori Cinta dan Percintaan itu sendiri menjadi sebuah kebiasaaan konsisten saat kita menjalaninya. Apakah itu akan berbuah baik? Mempelajari sambil mencintai, merasakan sambil tersakiti, atau apa sebenarnya yang harus di mulai awalnya?

Aku sendiri ‘pun takut akan yang namanya perpisahan.
Aku sebdiri ‘pun takut akan kehilanga karena kita bukan sosok terbaik untuknya.
Aku sendiri ‘pun takut kehilangan orang-orang terdekat saat kita memulai mencintai seseorang.

Nyatanya, apa ‘awal mula’ dari sebuah frasa ‘Cinta’ yang sangat ambigu itu?
Akankan kita selalu bisa mendapatkan Cinta dari seseorang yang kita Cintai?
Atau ada syarat khusus yang dunia ini tentukan agar aku bisa diterina?

Kenapa rasanya mengagumi lebih baik daripada saat kita menjalaninya?
Ingin ‘ku hanya mengenalmu dan mencintaimu dari jauh layaknya seorang pengagum, serta menyimpan rasa ini selamanya.
Tapi, apakah aku akan menyesal suatu hari nanti saat kamu memilih menikahi seseorang yang lebih layak untuk kamu miliki daripada aku?

Nyatanya apa yang harus aku perbuat?

Image Source :

https://i.pinimg.com/736x/80/94/46/80944616ba3ebd29d4f6d5da8a8f4109.jpg